oleh

Tak Terlibat Dalam Perencanaan Penculikan dan Pembunuhan Asiong, Penasehat Hukum Minta Majelis Hakim Bebaskan Ojong

Medan, Rubrikrakyat.com – Aqbar Gustiaqan Defretes alias Ojong satu dari 12 pelaku yang disidangkan dalam perkara penculikan dan penganiayaan terhadap Jefry Wijaya alias Asiong, melalui Tim Penasehat Hukumnya meminta agar dirinya dibebaskan dari segala dakwaan maupun tuntutan Tim Penuntut Umum Kejatisu.

Hal ini disampaikan Ojong melalui Yosi Yudha F, SH dan Nanang Ardiansyah Lubis, SH dari Kantor Hukum Area Law Office selaku Tim Penasehat Hukum terdakwa Ojong kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp, Minggu (27/06/21).

Lanjut Yosi, bahwa dalam nota pembelaan yang telah kita sampaikan kepada majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata agar membebaskan kliennya, ini berkaitan dari fakta persidangan bahwa kliennya tidak pernah ikut baik itu dalam perencanaan, pencarian, penculikan, pengalaman dan penyiksaan terhadap terdakwa Asiong yang dalam perkara ini telah meninggal dunia.

Yosi menyampaikan bahwa pasal-pasal yang dijerat oleh penuntut umum baik itu dalam dakwaan dan tuntutan tidak unsur keterlibatannya sama sekali.

Dalam hal ini klien kami Si Ojong memang benar dihubungi oleh Pratu Indriya Lesmana oknum Personil TNI AD (berkas terpisah dan telah divonis pada pengadilan militer) yang bertugas di Denpom 1/5 Medan, untuk mencari rumah sewa. Bahkan dalam persidangan tersebut, Indriya pun mengiyakan kalau dirinya menghubungi Ojong untuk menanyakan rumah sewa.

Sebab dari penuturan Indriya bahwa ia tahu Ojong sedang mencari penyewa dari Andi Sahputra (berkas terpisah) yang merupakan sepupunya. Sedangkan tujuan rumah yang dibakal disewakan kepada Indriya untuk menyekap korban, Ojong tidak mengetahuinya yang setahunya Indriya mengatakan memakai untuk tempat tinggal.

Ojong setuju karena Indriya sepakat dengan harga sewa rumah sebesar Rp600 ribu. Dimana harga itu sesuai dari apa yang disampaikan pemilik rumah Elvira Novyanti Defretes dan Danu Setiawan yang merupakan kakak dan abang ipar dari Ojong.

Karena sudah ada kepastian orang yang bakal menyewa rumah dikawasan Jalan Pasar 3 Timur Marelan Gg. Alif Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, maka Ojong menyiapkannya tepatnya pada Kamis tanggal 17 September 2020 sekira pukul 22.30 Wib, datang satu unit Mobil Avanza Silver, dimana ia melihat Indriya yang turun terlebih dahulu. Kemudian melihat Ojong masuk ke dalam rumah  untuk membersihkan lantai rumah. 

Namun saat membersihkan rumah dari dalam kamar ia mendengarkan rintihan orang, mendengar itu ia bergegas di dalam kamar dan melihat beberapa orang sudah berada di dalam kamar.

“Jadi pada waktu itu selain Jefrey, ada Koptu Suhelmi yang merupakan rekan dari Pratu Indriya, Handi Alias Ahan, dan Sakti Suprayuda alias Gatot dan bagus,” ucap Yosi didampingi Nanang.

Melihat itu Ojong sangat ketakutan dan meminta agar Indriya membawa pergi orang yang dibawanya tersebut sudah sangat lemas. “Tolong bawa pergi bang, kok begini jadinya, aku ngak mau rumah menjadi tempat penyiksaan,” ucap Ojong yang ditirukan Yosi.

Bahkan keterangan ini diperkuat karena datangnya Guruh Arif Amada alias Arif Botak yang menemui Ojong untuk mengantarkan uang taruhan balap.

Melihat kedatangan Arif kerumah Ojong, Suhelmi langsung memintanya bersama Bagus untuk membeli lakban. Bahkan Arif pun tidak tahu apa yang sudah terjadi rumah.

Meski pada waktu itu sempat menolak untuk mengantarkan bagus, Arif akhirnya mengiyakan karena yang menyuruhnya adalah aparat.

Setelah kembali, Arif terkejut ada orang yang digotong ke dalam mobil. Bahkan ketika Ojong dan Arif disuruh untuk membantu mengangkat keduanya menolak.

Bahkan keduanya sempat diancam untuk tidak buka ‘mulut’ atas kejadian tersebut.

Nah lanjut Nanang lagi, bahwa kliennya bukan ditangkap akan tetapi pihak keluarga yang menghubungi pihak Poldasu sekaitan adanya peristiwa penculikan dan penganiyaan, dimana tujuan semula menerangkan bahwa Ojong menerima orderan sewa rumah untuk dipakai sebagai tempat tinggal dan bukan untuk digunakan tindak kejahatan.

Namun saat sampai di depan penyidik Krimum Poldasu dipaksa untuk tandatangan dan tanpa membacakan isinya yang mengakibatkan dirinya menjadi tersangka dan terdakwa dalam persidangan. Dimana hal tersebut telah dibantahnya dan mencabut keterangan dalam BAP.

Sebab Ojong (terdakwa, red) tidak mengenal Edi Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat selaku inisiator. Terdakwa dalam hal ini hanya mengenal Indriya dan Andi yang ketika ingin mencari rumah sewa. Dimana Ojong yang dipercayakan langsung menerima tawaran untuk sewa rumah.

Sehingga pasal yang dikenakan yakni Pasal 333 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sama sekali tidak terbukti
Untuk itulah terdakwa melalui penasehat hukumnya meminta agar majelis hakim membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan jaksa yang menuntut kliennya selama dua tahun penjara.

Dimana kita menolak unsur pasal yang ada dalam dakwaan dan tuntutan jaksa yakni, Kesatu Primair, Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP Subsidair, Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Atau Kedua Primair, Pasal 340 KUHP Jo Pasal 56 KUHP, subsidair Pasal 338 KUHP Jo Pasal 56 KUHP, Atau ketiga Pasal 170 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP, atau keempat Pasal 170 ayat (3) KUHP Jo Pasal 56 KUHP, Atau Kelima Primair, Pasal 355 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP.

Subsidair Pasal 353 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP. Lebih Subsidair, Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP Atau Keenam Primair, Pasal 355 ayat (3)  KUHP Jo Pasal 56 KUHP, Subsidair Pasal 353 ayat (3) KUHP Jo Pasal 56 KUHP.
Lebih Subsidair,  Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 56 KUHP, Atau Ketujuh : Pasal 333 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP Atau Kedelapan Pasal 333 ayat (3) Jo Pasal 56 KUHP.

Sebab, secara terpisah dari keterangan saksi dipersidangan bahwa yang berperan aktif dalam melakukan tindakan Pidana yakni: Koptu Suhemi alias Helmi yang telah diputus dengan Penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dan terdakwa Pratu Indriya Lesmana selama 10 (sepuluh) bulan penjara Sesuai dengan Putusan DILMIL I 02 MEDAN Nomor 1-K/PM.I-02/AD/I/2021 tertanggal 4 Maret 2021.(relis)

Komentar

News Feed